Sabtu, 20 Mei 2017

Penjelasan dan Perbandingan Framework Manajemen Layanan SI

Information Technology Infrastructure Library vs Control Objective for Information and related Technology vs Application Services Library

1. Information Technology Infrastructure Library (ITIL)


Image result for Information Technology Infrastructure Library
ITIL adalah suatu rangkaian konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan TI. Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya. ITIL memberikan deskripsi detail tentang beberapa praktik TI penting dengan daftar cek, tugas, serta prosedur yang menyeluruh yang dapat disesuaikan dengan segala jenis organisasi TI.


Walaupun dikembangkan sejak dasawarsa 1980-an, penggunaan ITIL baru meluas pada pertengahan 1990-an dengan spesifikasi versi keduanya (ITIL v2) yang paling dikenal dengan dua set bukunya yang berhubungan dengan ITSM (IT Service Management), yaitu Service Delivery (Antar Layanan) dan Service Support (Dukungan Layanan).

Pada 30 Juni 2007, OGC menerbitkan versi ketiga ITIL (ITIL v3) yang intinya terdiri dari lima bagian dan lebih menekankan pada pengelolaan siklus hidup layanan yang disediakan oleh teknologi informasi. Kelima bagian tersebut adalah:

- Service Strategy
Service Strategy memberikan panduan kepada pengimplementasi ITSM pada bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai sebuah kemampuan organisasi (dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan TI), tetapi juga sebagai sebuah aset strategis perusahaan. Panduan ini disajikan dalam bentuk prinsip-prinsip dasar dari konsep ITSM, acuan-acuan serta proses-proses inti yang beroperasi di keseluruhan tahapan ITIL Service Lifecycle.


Bagi organisasi TI yang baru akan mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk menentukan tujuan/sasaran serta ekspektasi nilai kinerja dalam mengelola layanan TI serta untuk mengidentifikasi, memilih serta memprioritaskan berbagai rencana perbaikan operasional maupun organisasional di dalam organisasi TI.


Bagi organisasi TI yang saat ini telah mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk melakukan review strategis bagi semua proses dan perangkat (roles, responsibilities, teknologi pendukung, dll) ITSM di organisasinya, serta untuk meningkatkan kapabilitas dari semua proses serta perangkat ITSM tersebut.


- Service Design

Agar layanan TI dapat memberikan manfaat kepada pihak bisnis, layanan-layanan TI tersebut harus terlebih dahulu di desain dengan acuan tujuan bisnis dari pelanggan. Service Design memberikan panduan kepada organisasi TI untuk dapat secara sistematis dan best practice mendesain dan membangun layanan TI maupun implementasi ITSM itu sendiri. Service Design berisi prinsip-prinsip dan metode-metode desain untuk mengkonversi tujuan-tujuan strategis organisasi TI dan bisnis menjadi portofolio/koleksi layanan TI serta aset-aset layanan, seperti server, storage dan sebagainya.

- Service Transition
Service Transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang diubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Tahapan lifecycle ini memberikan gambaran bagaimana sebuah kebutuhan yang didefinisikan dalam Service Strategy kemudian dibentuk dalam Service Design untuk selanjutnya secara efektif direalisasikan dalam Service Operation.

- Service Operation
Service Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup semua kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat berbagai panduan pada bagaimana mengelola layanan TI secara efisien dan efektif serta menjamin tingkat kinerja yang telah diperjanjikan dengan pelanggan sebelumnya. Panduan-panduan ini mencakup bagaiman menjaga kestabilan operasional layanan TI serta pengelolaan perubahan desain, skala, ruang lingkup serta target kinerja layanan TI.

- Continual Service Improvement
Continual Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas, salah satunya adalah Plan-Do-Check-Act (PDCA) atau yang dikenal sebagi Deming Quality Cycle

2. Control Objective for Information and related Technology (COBIT)


Image result for Control Objectives for Information and Related Technologies
Disusun oleh Information Systems Audit and Control Foundation (ISACF®) pada tahun 1996. Edisi kedua dari COBIT diterbitkan pada tahun 1998. Pada tahun 2000 dirilis COBIT 3.0 oleh ITGI (Information Technology Governance Institute),  COBIT 4.0 pada tahun 2005. dan COBIT 4.1 dirilis pada tahun 2007.


COBIT merupakan standar yang dinilai paling lengkap dan menyeluruh sebagai framework IT audit karena dikembangkan secara berkelanjutan oleh lembaga swadaya profesional auditor yang tersebar di hampir seluruh negara. Dimana di setiap negara dibangun chapter yang dapat mengelola para profesional tersebut.Target pengguna dari framework COBIT adalah organisasi/perusahaan dari berbagai latar belakang dan para profesional external assurance.

Secara manajerial target pengguna COBIT adalah manajer, pengguna dan profesional TI serta pengawas/pengendali profesional. Secara resmi tidak ada sertifikasi profesional resmi yang diterbitkan oleh ITGI atau organisasi manapun sebagai penyusun standar COBIT. Di Amerika Serikat standar COBIT sering digunakan dalam standar sertifikasi Certified Public Accountants (CPAs) danChartered Accountants (CAs) berdasarkan Statement on Auditing Standards (SAS) No. 70 Service Organisations review, Systrust certification or Sarbanes-Oxley compliance.

Lingkup kriteria informasi yang sering menjadi perhatian dalam COBIT adalah:
- Effectiveness
Menitikberatkan pada sejauh mana efektifitas informasi dikelola dari data-data yang diproses oleh sistem informasi yang dibangun.
- Efficiency
Menitikberatkan pada sejauh mana efisiensi investasi terhadap informasi yang diproses oleh sistem.
- Confidentiality
Menitikberatkan pada pengelolaan kerahasiaan informasi secara hierarkis.
- Integrity
Menitikberatkan pada integritas data/informasi dalam sistem.
- Availability
Menitikberatkan pada ketersediaan data/informasi dalam sistem informasi.
- Compliance
Menitikberatkan pada kesesuaian data/informasi dalam sistem informasi.
- Reliability
Menitikberatkan pada kemampuan/ketangguhan sistem informasi dalam pengelolaan data/informasi.

3. Application Services Library (ASL)


Image result for Application Services Library
ASL adalah kerangka kerja domain publik dari praktik terbaik yang digunakan untuk standarisasi proses dalam Aplikasi Manajemen, disiplin memproduksi dan memelihara sistem informasi dan aplikasi. Istilah "perpustakaan" digunakan karena ASL disajikan sebagai satu set buku yang menggambarkan praktek-praktek terbaik dari industri TI. Hal ini dijelaskan dalam beberapa buku dan artikel (banyak dari mereka hanya tersedia dalam bahasa Belanda) dan di situs resmi ASL BiSL Foundation.


ASL erat terkait dengan kerangka kerja ITIL (IT Service Management) dan BiSL (Manajemen Informasi dan Manajemen Fungsional) dan Capability Maturity Model (CMM).

Kerangka ASL dikembangkan karena ITIL, dipeluk oleh departemen infrastruktur TI, terbukti tidak memadai untuk Manajemen Aplikasi: pada waktu itu, ITIL tidak memiliki pedoman khusus untuk aplikasi desain, pengembangan, pemeliharaan dan dukungan. versi ITIL baru, terutama V3, semakin membahas Pengembangan Aplikasi dan Aplikasi Manajemen domain; ASL BiSL Foundation telah menerbitkan sebuah kertas putih membandingkan ITIL v3 dan ASL.

ASL dikembangkan pada akhir tahun sembilan puluhan di Belanda, awalnya sebagai model R2C proprietary, yang berkembang menjadi ASL pada tahun 2000. Pada tahun 2001 itu disumbangkan oleh IT Service Provider PinkRoccade ke ASL Foundation, sekarang ASL BiSL Foundation. Versi ASL2 diterbitkan pada tahun 2009.

Tujuan dari ASL adalah untuk membantu dalam profesionalisasi Manajemen Aplikasi.

Ada 4 proses dalam cluster Dukungan Aplikasi. Proses dalam cluster Organisasi Layanan mendukung penggunaan sehari-hari dari sistem informasi. Proses dalam cluster ini adalah:
- Use Support
- Configuration Management
- IT Operation Management
- Continuity Management

Keuntungan dan kerugian dari:
1. Information Technology Infrastructure Library (ITIL)
+ Efisien dalam memenuhi kebutuhan pelanggan
+ Membuat sistem yang berfungsi untuk mengatur kebutuhan pelayanan lebih efektif
+ Dapat beradaptasi dengan perubahan yang dialami bisnis sambil mempertahankan operasi pelayanan pada bisnis


- Buku manual ITIL mahal
- Pengimplementasian ITIL membutuhkan tenaga kerja ahli
- Tidak kompatibel dengan framework lain seperti ISTM

2. Control Objective for Information and related Technology (COBIT)
+ Merupakan framework yang bagus untuk untuk keperluan bisnis
+ Mampu untuk memproses data yang kompleks
+ Dapat membandingkan kinerja IT terhadap tujuan dan strategi bisinis secara detail

- Memerlukan perbaharuan yang rutin, terutama saat ada perubahan pada bisnis. Yang berarti memakan banyak waktu
- Mahal
- Tidak cocok untuk bisnis menengah kebawah

3. Application Services Library (ASL)
+ Lebih baik daripada ITIL (cek)
+ Komplemen dengan framework lain
+ Dapat mempresentasikan keuntungan dan biaya dalam manajemen

- Tidak ada kekurangan yang signifikan

=/=

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/ITIL
https://en.wikipedia.org/wiki/COBIT
https://en.wikipedia.org/wiki/Application_Services_Library
http://informasi-disini.blogspot.co.id/2016/05/application-service-library.html
https://www.axelos.com/best-practice-solutions/itil/key-benefits-of-itil
https://www.quora.com/How-can-COBIT-benefit-an-organisation

Kamis, 20 April 2017

Review Jurnal: Manajemen Layanan SI

Review Jurnal



Judul: PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN MODUL LAYANAN PADA
            RUMAH SAKIT



Volume: Vol.6, No. 3
Tahun: 2015
Penulis: Primanggara Gamaswara, A.A.K. Oka Sudana, dan Ni Made Ika Marini Mandenni
E- ISSN: 2088-1541
Sumber: Klik disini

=/=

Jurnal ini membahas tentang perancangan modul layanan sistem informasi pada rumah sakit yang bertujuan untuk membantu mengurangi aktivitas pegawai rumah sakit bagian layanan yang masih dilakukan secara manual menggunakan media kertas, seperti pencatatan rekam medis pasien.

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit wajib dimiliki oleh setiap rumah sakit karena proses bisnis rumah sakit sangat rumit dan banyak sehingga dibutuhkan sebuah metode yang mempermudah kerja tersebut. Tetapi pada kenyataannya, belum semua rumah sakit mengimplementasikan SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit). SIMRS Modul Layanan akan sangat bermanfaat untuk menangani proses Perawatan, Instalasi Gawat Darurat, Penunjang, Rekam Medis, Penjadwalan dan Pelaporan. Hasil yang diharapkan dari perancangan SIMRS Modul Layanan adalah sistem yang saling terintegrasi antara satu modul dengan modul lainnya serta mampu menggambarkan proses yang berada dalam sistem.

Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah TAS. TAS merupakan metode perancangan yang menghasilkan perulangan untuk mencapai tujuan, menjelaskan bisnis proses, dan mendeskripsikan arsitektur sistem. TAS merupakan metode yang dilakukan dengan beberapa tahap perancangan. Tahap-tahap tersebut antara lain:

1.  Menentukan Initial Scope.
2.  Menentukan Kebutuhan.
3.  Mendesain Arsitektur Bisnis Proses.
4.  Mendesain Arsitektur Sistem.
5.  Evaluasi Arsitektur.

Untuk merepresentasikan hasil implementasi sistem informasi manajemen modul pelayanan pada rumah sakit pembuat jurnal menggunakan DFD sebagai alat untuk menggambarkan suatu sistem yang sebelumnya ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika. Jadi hasil keseluruhan dari model tersebut dikembangkan dan hasil keseluruhan proses DFD dapat di ilustrasikan ke dalam sebuah rancangan PDM.

Perancangan SIMRS memiliki harapan dapat dikembangkan dan mengubah semua proses manual menjadi otomatis, sehingga permasalahan yang terjadi pada proses manual dapat diatasi.

Menurut saya penulisan jurnal ini sudah sangat bagus. Jurnal ini sudah menjawab semua permasalahan yang ada pada bagian pelayanan di rumah sakit dengan model DFD dan penjelasan aplikasi secara rinci. Jurnal ini juga dibantu dengan sumber - sumber yang mendukung metode yang digunakan pada jurnal ini.

Sayangnya pada jurnal ini tidak membahas kenapa metode TAS ini merupakan metode yang digunakan pada pemecahan masalah yang ada. Akan lebih baik jika metode TAS ini dijelaskan terlebih dahulu lalu dibandingan dengan metode lain yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang ada. Atau setidaknya pada jurnal ini menjelaskan kenapa metode TAS ini sangat membantu untuk menyelesaikan masalah yang ada.

Kamis, 12 Januari 2017

Trend Sist./TI dalam Bidang Kesehatan dan Media

Trend Sistem/Teknologi Informasi dalam Bidang Kesehatan

A. Perkembangan, Manfaat, dan Peranan Komputer pada Bidang Kedokteran

Image result for informatika kedokteran
      Informatika kedokteran adalah disiplin yang berkaitan erat dengan pemanfaatan komputer dan teknologi komunikasi di bidang kedokteran.

      Edward H. Shortliffe mendefinisikan informatika kedokteran sebagai berikut: "Disiplin ilmu yang berkembang dengan cepat yang berurusan dengan penyimpanan, penarikan dan penggunaan data, informasi, serta pengetahuan biomedik secara optimal untuk tujuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan”. Pakar informatika kedokteran lainnya, Haux, mengatakan dengan istilah "systematic processing of information in medicine".

      Dalam bidang kesehatan, komputer sangat berperan penting. Penggunaan komputer dalam bidang kesehatan tidak hanya akan dirasakan manfaatnya oleh para penggunanya, tetapi juga oleh organisasi tersebut, dalam hal ini misalnya rumah sakit, puskesmas, klinik, dan lain sebagainya. Perangkat ini secara tidak langsung dapat menolong jiwa manusia.

      Komputer dapat digunakan mulai dari penyimpanan dan pengolahan data administrasi suatu rumah sakit atau klinik, hingga melakukan riset bidang kedokteran, mendiagnosis penyakit, menemukan obat yang tepat, serta menganalisis organ tubuh manusia bagian dalam yang sulit dilihat.

      Manfaat Penggunaan Komputer pada Bidang Kesehatan:
(1) Melakukan rotgen terhadap tubuh pasien sehingga dapat diketahui apa penyakit dan penyebabnya.
(2) Diagnostik, terapi dan perawatan, monitoring status pasien.
(3) Administrasi Rumah Sakit.
(4) Database karyawan Rumah sakit.
(5) Laboratorium analisis kesehatan, penelitian dalam bidang kesehatan.
(6) Penelitian dan pabrik Farmasi.

      Peranan komputer pada bidang kedokteran sudah mencakup banyak hal. Diantaranya untuk mengawasi perkembangan keadaan pasien, melakukan penelitian, mendiagnosa pasien, sampai ke bagian administrasi seperti mengolah data - data pasien.

B. Pengertian Sist. E-Health
Image result for e health logo
      E-Health atau Electronic Health adalah penggunaan teknologi informasi dan komunikasi meliputi elektronika, telekomunikasi, komputer dan informatika untuk memproses berbagai jenis informasi kedokteran, bertujuan untuk melaksanakan pelayanan klinis (diagnosa atau terapi),

C. Diagram Sist. E-Health
      Secara sederhana sistem E-Health terdiri atas sejumlah “Stasiun Medis” yang satu sama lain dihubungkan dalam suatu jaringan (Network). Suatu stasiun medis sendiri dapat terdiri atas :

1. Komputer dengan perangkat lunak di dalamnya
2. Sebuah perangkat antar-muka pasien
3. Sejumlah instrument biomedika (tergantung keperluan)
4. Sebuah perangkat antar-muka pengguna (berikut alat input output yang digunakan)
5. Jaringan dan perangkat telekomunikasi yang tersedia.

Pada dasarnya setiap stasiun medis dapat berhubungan dengan stasiun medis lainnya secara:

a. Real-time (secara sinkron), contohnya saat telekonsultasi antara dokter umum dan dokter spesialis mengenai kasus darurat seorang pasien.

b. Store and forward, pengiriman informasi dan pembacaannya tidak pada saat yang sama, contohnya dalam penyampaian singkat jumlah rekapitulasi jumlah pasien di suatu puskesmas selama sebulan beserta informasi penting secara singkat.

D. Manfaat E-Health
      Manfaat E-Health diantaranya:
1. Peningkatan efisiensi atau penurunan biaya.
2. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.
3. Pembuktian diagnose melalui evaluasi ilmiah
4. Pemberdayaan pasien dan konsumen
5. Mendorong terjadinya hubungan yang lebih baik antara pasien dan tenaga kesehatan
6. Pendidikan bagi tenaga kesehatan dan masyarakat
7. Mendorong tumbuhnya komunikasi dan pertukaran informasi antar lembaga pelayanan kesehatan
8. Perluasan ruang lingkup pelayanan kesehatan.

E. Contoh Penerapan E-Health
Image result for sistem resep elektronik
Ilustrasi Gambar
Salah satu contoh penerapan E-Health diantaranya adalah sistem resep elektronik.

Sistem resep elektronik merupakan sistem komputerisasi penulisan resep obat yang juga dikenal dengan E-Prescription, dimana pada sistem ini dokter menuliskan dan mengirimkan resep kepada bagian farmasi/apotek menggunakan media elektronik menggantikan tulisan tangan dan penggunaan media kertas.




F. Bioinformatika

Bioinformatika adalah penerapan teknik komputasional untuk mengelola dan menganalisis informasi biologis. Bidang ini mencakup penerapan metode-metode matematika, statistika, dan informatika untuk memecahkan masalah-masalah biologis, terutama dengan menggunakan sekuens DNA dan asam amino serta informasi yang berkaitan dengannya.

Bioinformatika pertama kali dikemukakan pada pertengahan 1980an untuk mengacu kepada penerapan ilmu komputer dalam bidang biologi. Meskipun demikian, penerapan bidang-bidang dalam bioinformatika seperti pembuatan pangkalan data dan pengembangan algoritma untuk analisis sekuens biologi telah dilakukan sejak tahun 1960an.

Trend Sist./TI dalam Bidang Media/New Media


Image result for mediaA. Manfaat Media

Media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau pesan. Kata media berasal dari kata latin, merupakan bentuk jamak dari kata “medium”. Secara harfiah kata tersebut mempunyai arti “perantara” atau “pengantar”, yaitu perantara sumber pesan (source) dengan penerima pesan (receiver).



Dengan kata lain, manfaat media adalah:
a. Untuk menyampaikan sesuatu yang bisa dilihat, dibaca dan diraba. Media ini mengandalkan indra penglihatan dan peraba.

b. Untuk menyampaikan sesuatu  yang bisa didengar , menggunakan indra telinga sebagai salurannya.

c. Untuk menyampaikan sesuatu yang bisa didengar dan dilihat secara bersamaan. Media ini menggerakkan indra pendengaran dan penglihatan secara bersamaan.

B. Tantangan New Media
     New media sendiri lahir dari istilah”konvergensi”. Konvergensi diartikan sebagai cara menyajikan konten berita melalui platform media yang beragam dalam satu kesatuan (usaha) maupun komando (cara kerja di News Room), menghadirkan konten yang beragam kepada khalayak yang beragam pula sesuai minat dan media yang digunakan (elektronik, online, mobile).

    Secara umum, konvergensi media bukan hanya mempengaruhi pertumbuhan teknologi yang makin cepat, tetapi juga mengubah hubungan anatar industri, pasar, gaya hidup, dan konsumsi yang apabila ditarik garis panjangnya maka akan mengarah pada bidang ekonomi, politik, pendidikan, dan kebudayaan.

   Namun pada sisi lain, perlu diakui new media menjadi sesuatu yang mampu menarik perhatian masyarakat. Karena masyarakat hanya tinggal mencari informasi yang diinginkan dengan bantuan internet, seketika itu pula informasi muncul.

C. Elemen Media

      Pada media ada beberapa elemen jika dilihat dari orang yang terlibat. seperti pembuat, penyalur dan pemakai juga media yang digunakan agar dapat berhubungan dengan media lainnya


1. Produsen merupakan orang yang menciptakan wadah atau sarana new media itu sendiri komponen ini berperan sebagai pencipta atau pembentuk new media.


2. Distributor adalah sebuah perantara yang menghantarkan sarana media atau bisa disebut media yang berfungsi mengahantarkan pemakai untuk memakai sarana itu sendiri.

3. Konsumen adalah orang yang berperan sebagai konsumen sebuah sarana media atau new media yang berfungsi untuk memakai new media.

Dalam elemen media-nya sendiri terbagi atas: 
1. Text, Tulisan adalah dasar dari semua aplikasi mulltimedia yang akan kita buat. Penggunaan berbagai macam gaya, font dan warna dari tulisan dapat dipakai untuk menonjolkan tema tertentu.

2. Images,  sebuah gambar yangdapat memberikan dampak yang lebih besar jika dibandingkan dengan hanya membacanya.

3. Video, Dengan menggunakan gambar yang bergerak, kita dapat memberikan sebuah presentasi menjadi lebih hidup.

4. Animasi, animasi merupakan penggunaan komputer untuk menciptakan gerak pada layar.

5. Sound / Audio, PC multimedia tanpa adanya suara hanya akan terasa hampa.

D. SEO
Image result for seo iconSEO adalah suatu mesin pencari yang menggunakan beberapa teknik untuk memudahkan user di dalam mengakses suatu halaman website dan mencari informasi yang diinginkan.

Setiap teknik memiliki kelebihan dan kelemahan bila kita jalankan. Seperti Black hat SEO yang melakukan tindakan berbahaya dengan tujuan mempercepat peringkat sebuah website di pencarian Search Engine. White hat SEO merupakan tindakan natural dan relevan dalam meningkatkan peringkat sebuah website. Grey hat SEO merupakan perpaduan kedua teknik sebelumnya untuk meningkatkan peringkat website. SEO adalah singkatan dari “Search Engine Optimization” atau Optimisasi Mesin Pencari.


Sumber: 
https://id.wikipedia.org/wiki/Informatika_kedokteran
https://andikaferianblog.wordpress.com/penerapan-komputer-dalam-bidang-kesehatan/
https://en.wikipedia.org/wiki/EHealth
https://boedimanagoes.wordpress.com/2014/09/25/sistem-e-health-dalam-bidang-kesehatan/
https://id.wikipedia.org/wiki/Bioinformatika
https://en.wikipedia.org/wiki/Search_engine_optimization
http://semseomanagement.com/apa-itu-seo/
https://id.wikipedia.org/wiki/Optimisasi_mesin_pencari
https://syarifsegaf.blogspot.co.id/2017/01/trend-sistem-informasi-dan-teknologi.html
https://tekno-hp.blogspot.co.id/2016/01/manfaat-komputer-di-bidang-kesehatan.html
https://boedimanagoes.wordpress.com/2014/09/25/sistem-e-health-dalam-bidang-kesehatan/
https://id.wikipedia.org/wiki/Bioinformatika
http://eddybong.blog.binusian.org/teknologi-informasi-dan-komunikasi/penerapan-komputer-dibidang-kesehatan-2/
http://www.pengertianahli.com/2014/07/pengertian-media-dan-jenis-media.html
https://iblisbernyawa.wordpress.com/2014/04/22/elemen-elemen-multimedia/
http://www.seogereggi.com/2015/01/pengertian-seo-search-engine-optimization.html
http://semseomanagement.com/apa-itu-seo/
https://fitrahadiarief.wordpress.com/2017/01/11/trend-sisti-dalam-bidang-kesehatan/